Sidoarjo-HARIAN BANGSA
Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo akhirnya menetapkan jadwal sidang korupsi dana Kas daerah (Kasda) Kabupaten Pasuruan Bupati Pasuruan Dade Angga dengan tersangka Bupati Pasuruan Dade Angga. Perkara korupsi yang merugikan negara sekitar Rp 74 miliar itu akan mulai disidang 3 Agustus mendatang.
Kepastian jadwal sidang terhadap Dade Angga itu diungkapkan juru bicara PN Sidoarjo, Sri Wahyuni, Selasa, kemarin. “ Sidang perkara korupsi Kasda Pasuruan akan digelar maraton tiap Selasa dan Kamis mulai 3 Agustus nanti,” ujarnya.
Berkas perkara korupsi Kasda Kabupaten Pasuruan dengan tersangka Dade Angga dilimpahkan ke PN Sidoarjo, Rabu (21/7), pekan lalu dengan nomer register perkara 712/Pid.B/2010/PN.Sda. Penetapan jadwal sidang juga dibarengi dengan penetapan majelis hakim yang akan menyidangkan perkara.
Sri Wahyuni menjelaskan hakim yang akan menyidangkan Dade Angga berjumlah tiga orang, diketuai Abdul Aziz dengan hakim anggota Sri Mulyani dan Anas Mustaqim. Majelis hakim sudah berkoordinasi dan mempelajari berkas yang dilimpahkan Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus ini.
Karena kasus korupsi ini melibatkan orang nomer satu di Pemkab Pasuruan, agar cepat selesai, Majelis Hakim sidang menyidangkan perkara hingga malam kalau memang harus dilakukan sampai malam hari. “Kita juga sudah berkoordinasi dengan Polres Sidoarjo untuk pengamanan. Selama sidang juga akan disediakan televise di luar ruang sidang sehingga masyarakat bisa menyaksikan jalannya sidang. Kita juga memasang kamera CCTV untuk keamanan,” papar Sri Wahyuni.

Penetapan jadwal sidang dengan terdakwa Dade Angga ini, lanjut Sri Wahyuni, setelah berkas yang diterima Pengadilan dipelajari oleh ketua PN serta majelis hakim agar secara formal dakwaan tersebut tidak terjadi kesalahan. Sehingga, PN Sidoarjo baru memutuskan jadwal sidang. Pihaknya tidak ingin terjadi kesalahan terhadap berkas perkara sehingga akan mengganggu jalannya sidang.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus), Anton Delianto mengatakan kalau pihaknya sudah menerima surat dari PN Sidoarjo terkait jadwal sidang Dade Angga. “Hari ini surat dari PN Sidoarjo sudah kita terima,” ujarnya.

Sebelum berkas perkara korupsi dana Kasda Kabupaten Pasuruan dilimpahkan ke PN Sidoarjo, tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah terbentuk. Ada enam anggota JPU yang menangani kasus ini. Yaitu, dari Kejagung dua orang, Kejati satu orang dan dua orang dari Kejari Kota Pasuruan dan satu orang dari Kejari Bangil Kabupaten Pasuruan.

Enam jaksa yang menangani kasus Dade Angga, Suwito dan Yulianto dari Kejagung, M Abbas dari Kejati Jatim, Anton Delianto dan Erma Nurjannah, Kejari Kota Pasuruan dan Ridho Wanggono dari Kejari Bangil Kabupaten Pasuruan. Sedangkan ketua tim JPU dipegang oleh Suwito. “Tim JPU sudah siap menghadapi sidang. Karena berkas-berkas yang kita limpahkan sudah disertai bukti-bukti. Termasuk saksi, kita akan hadirkan sebanyak 30 saksi,” ujar pria yang juga anggota tim JPU kasus ini.

Pemindahan sidang Bupati Pasuruan Dade Angga ke PN Sidoarjo, lanjut Anton, berdasarkan Surat Keputusan Mahkamah Agung (MA) nomor 126/KMA/SK/VI/2010 tertanggal 24 Juni 2010 yang menunjuk PN Sidoarjo untuk memeriksa dan memutus perkara pidana atas nama Bupati Pasuruan Dade Angga. Pemindahan tempat sidang ini atas permintaan PN Pasuruan dan Kejari Pasuruan karena kondisi di Pasuruan tidak memungkinkan untuk dilaksanakan sidang dengan terdakwa Dade Angga.

“ Dalam surat itu disebutkan kalau Dade Angga mempunyai pendukung yang fanatik dan cenderung memaksakan kehendak sehingga bila disidangkan di Pasuruan akan menimbulkan gejolak. Karena itu kita (Kejari Kota Pasuruan,red) mengajukan permohonan ke MA untuk memindahkan tempat sidang. Dan, akhirnya disetujui di PN Sidoarjo,” tutur Anton.

Sayangnya, Penasehat Hukum (PH) Dade Angga, Sudiman Sidabukke, belum bisa dikonfirmasi terkait penetapan jadwal sidang kliennya itu. Saat dihubungi melalui telepon selularnya, tidak aktif.

Sekedar diketahui, setelah ditetapkan sebagai tersangka, Kejaksaan Agung (Kejakgung) menahan Bupati Dade Angga di Rutan Salemba. Pria yang sebelumnya juga menjabat Bupati Sidoarjo periode 2001-2005 itu disangka terlibat korupsi dana Kas Daerah (kasda) Pemkab Pasuruan periode 2001-2007 senilai Rp 74 miliar. Penahanan Dade Angga dipindahkan ke Rutan Medaeng, sejak Kamis (15/7) siang dari Rutan salemba sambil menunggu jadwal sidang yang akan dilaksanakan di PN Sidoarjo.

Dalam kasus ini, juga menyeret dua mantan Kabag Keuangan Kabupaten Pasuruan, Indra Kusuma dan Totok Setyo Susilo. Indra didakwa terlibat kebocoran kasda Rp 70 miliar dan bertanggung jawab atas bocornya kasda Rp 4 miliar. Agustus 2009 lalu, Indra dan Totok divonis di PN Kota Pasuruan. Indra yang menjabat Kabag Keuangan pada 2001-2006 divonis 15 tahun penjara, membayar denda Rp 200 juta (subsider 6 bulan penjara), dan membayar uang pengganti Rp 42,5 miliar (subsider 3 tahun penjara dan negara menyita kekayaannya). Demikian pula Totok yang menjadi Kabag Keuangan 2006-2008 divonis 7 tahun penjara, denda Rp 200 juta (subsider 6 bulan penjara), membayar uang pengganti Rp 4,7 miliar (subsider 3 tahun penjara dan negara menyita kekayaannya). (dar)

LAST_UPDATED2

Gus Dur dan Siklus 100 Tahunan Senin, 17 Mei 2010

article thumbnailHINGGA kini, mungkin publik belum tahu mengapa Gus Dur sering melawan arus sehingga terkesan kontroversial. Bapak demokrasi-pluralisme itu bahkan sering pasang badan ketika memperjuangkan…
Selengkapnya

Dikhawatirkan Ada Peziarah Lemah ImanKamis, 15 Juli 2010

article thumbnailApa tidak mungkin di antara jamaah peziarah itu masih ada yang lemah iman? Masih doyan mistik, sering ke dukun, hobi kemeyan sehingga peluang musyrik bisa saja terjadi saat peziarah ada di hadapan…
Selengkapnya

Tidak Jamin Masuk Surga Selasa, 11 Agustus 2009

article thumbnailSeorang pemuda, ahli amal ibadah datang ke seorang Sufi. Sang pemuda dengan bangganya mengatakan kalau dirinya sudah melakukan amal ibadah wajib, sunnah, baca…
Selengkapnya